FITRI HANDAYANI LINGGA: KOBARKAN SEMANGAT MUJAHID MUDA


Tema : Refleksi  Pahlawan Masa Kini
Assalamu’alaikum Wr.Wb…
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
KOBARKAN SEMANGAT MUJAHID MUDA
Zaman ini adalah zaman kekerasan (kebengisan). Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah. Hidup dalam dunia yang semakin berkembang ini, kita sering dihadapkan oleh beberapa persoalan hidup yang tidak bisa kita elakkan atau dihindarkan. Seperti yang kita rasakan masing – masing dalam diri kita, misalnya : terkadang dalam diri kita sering terjadi pemberontakan hati  jika melihat sesuatu penindasan terhadap orang lain dan kita ada yang membantu atau ada yang membiarkan penindasan tersebut terjadi. Hal tersebut termasuk dalam sikap kepahlawanan dalam diri sendiri. Sikap keegoisan sering lebih menang dari sikap yang seharusnya sesuai dengan hati nurani manusia. Begitu juga halnya dengan perkembangan generasi muda yang sulit dikendalikan, layaknya harimau yang bengis mengejar mangsa karena dipengaruhi hawa nafsu yang berlebihan. Seperti lirik lagu yang sering kita dengar di bawah ini :
            “ Darah muda, darahnya para remaja.
              Yang selalu merasa gagah walau tak peduli…..
              Hohoho…
              Biasanya para remaja berpikirnya sekali saja
              Tanpa menghiraukan akibatnya “
Cipt. Rhoma Irama
Di bulan November ini, mengingatkan kita pada  Hari Pahlawan 10 November  dengan semangat para pejuang  yang telah gugur dalam membela tanah air dan kehormatan bangsa. Teringat pula bagi kita akan beberapa anak yang menjadi  yatim karena ditinggalkan mati oleh bapak – bapaknya di dalam medan pertempuran. Teringat pula berapa banyak istri – istri yang ditinggal mati oleh suaminya yang mempertaruhkan nyawanya demi tanah airnya. Kita dapat mengetahui betapa susah dan sedih  hati mereka dalam menanggung penderitaan dan percobaan-percobaan. Dengan rasa cinta tanah air itu mendorong mereka mempertahankan kehormatan Bangsa dan Negara. Sebab, cinta tanah air itu adalah sebagian daripada iman.



Rasulullah SAW bersabda :
HUBBUL WATHONI MINAL IIMAANI
Artinya : cinta tanah air adalah sebagian daripada iman
Dan nampaknya lagu berikut ini mendukung ayat di atas. Sebuah lagu gubahan dari Ismail Marzuki yang menggambarkan betapa kita cinta akan tanah air Indonesia ini. Sesuai juga dengan perasaan kebangsaan yang begitu menggelora di dada pada bulan November ini.
Lagu Bertajuk “Indonesia Pusaka” berikut ini….
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
S’lalu dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Berangkat dari hadist di atas dapatlah dimengerti bahwa tanpa mencintai tanah air tidaklah sempurna iman seseorang. Kaitannya bulan November ini dengan semangat Mujahid  Muda karena ada kaitannya dengan Pahlawan Bangsa saat ini. Para generasi muda saat ini, merupakan penerus bangsa maksudnya cerminan diri para generasi muda tersebut dapat membangun Bangsa dan Negara ini menjadi lebih baik ataupun sebaliknya. Sebagaimana diketahui semangat para generasi muda itu memang berkobar – kobar layaknya api yang tak beraturan nyalanya yang bisa menyerang siapa saja yang mendekatinya. Hanya diusik kediamannya dengan gossip atau isu- isu saja, pasti langsung menyala – nyala tanpa memikirkan akibatnya. Sama halnya generasi muda islam ( Mujahid Muda ) saat ini, berusaha mati – matian membela Islam misalnya adanya Nabi Palsu ( bertindak setelah ada yang merangsang).
Layakkah Sikap kita para Mujahid Muda ini bertindak demikian ???
Seandainya, kita tahu dan melihat bagaimana sedihnya para nabi kita melihat umatnya yang mulai terkikis imannya dengan perkembangan kehidupan ini. Kobarkan semangat itu bukan hanya membela saat ada rangsangan yang mengganggu agama kita saja baru bertindak dan melakukan demo – demo dan mulai menyebarkan selebaran – selebaran mengajak Mujahid Muda lainnya untuk memberantas gossip atau isu tersebut. Seharusnya kita sebagai mahasiswa yang berpendidikan dan generasi penerus bangsa mengikuti kepribadian Rasulullah yang merupakan panutan dan suri tauladan, sebagaimana yang telah dinyatakan sendiri oleh Allah SWT di dalam Al- Qur’an.

Dan kemudian kita buktikan dalam bentuk lahiriyah. Diantara akhlak – akhlak beliau itu ialah sebagai berikut :
1.         KESABARAN YANG DIMILIKI RASULULLAH SAW
2.        KEIKHLASAN HATINYA RASULULLAH SAW
3.        KETEGUHAN HATI RASULULLAH SAW
Ketiga akhlak Rasulullah SAW tersebut mencakup sikap yang seharusnya dilakukan para Mujahid Muda membela Islam ini. Perlakuan para Quraisy pada Nabi Muhammad SAW yang sangat kasar,, selalu dibalas Rasullah dengan hati nurani yang lemah lembut, ramah dan tetap tenang menjalani semuanya. Bukan berprinsip kekerasan dibalas dengan kekerasan. Kita memang bukan Nabi tetapi, tidak ada salahnya kita meniru sikap dan perilaku Rasullah SAW.  Jangan mudah terpengaruh dengan orang -orang yang ingin merusak agama Islam kita ini. Terkadang segala kekerasan yang terjadi di Negara kita ini dikaitkan dengan pelakunya muslim, padahal Muslim itu tidak identik dengan TERORIS tetapi muslim itu identik dengan KEDAMAIAN. 
Wajib atas kita untuk berlemah lembut di dalam dakwah kita terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikan selalu firman Allah Ta’ala berikut (sebagai pegangan) dan untuk selamanya : “Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” Dan mereka yang pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yang paling memusuhi kita di dalam dasar (mabda’) dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yang haq yang Allah memperteguh kita dengannya dengan beratnya cara (ushlub) kita berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla”

Wahai Kaum Muslim,,,,,,

Telah nyata kebencian dan makar kaum kafir untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Mereka telah melakukan konspirasi canggih dan rapi untuk mengubur Islam. Mereka terus terjaga dan berpikir keras siang-malam untuk mencari dan mencoba cara-cara terbaru untuk menghancurkan Islam. Mereka bahu-membahu dan terus bekerjasama memikirkan bagaimana merusak Islam. Mereka tak segan-segan melakukan teror, intimidasi, hingga serangan fisik dalam rangka meluluhlantakkan Islam dan umatnya.

Akankah kita berdiam diri?
Ridhakah kita menyaksikan Islam diinjak-injak dan dihinakan?

Wahai Kaum Muslim,,,,,,,,,,,,

Islam akan terselamatkan jika kita semua berpegang teguh dengan syariat Islam, insya Allah. Artinya, kita tidak hanya meyakini Islam sebatas bibir semata. Lebih jauh, kita harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita; baik dalam ibadah ritual yang biasa kita laksanakan maupun dalam bidang akhlak dan muamalah—seperti politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan sebagainya.

Wahai Kaum Muslim………..

Kita harus bersatu, saling bahu-membahu menghadapi rekayasa orang-orang yang saling bersekutu memusuhi kita. Allah memerintahkan kita untuk bersatu. Rasulullah telah menjelaskan bahwa seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lainnya; tidak boleh saling menzalimi, menyerahkan saudara kita kepada musuh, serta menghina dan merendahkan saudara kita sendiri. Kita harus saling berjanji untuk menjadi saudara di jalan Allah, tidak menjadikan orang kafir sebagai kawan/pelindung. Kita juga dilarang memata-matai kaum Muslim lainnya. Allah dan Rasul-Nya tidak membolehkan kita saling mencela, saling menuduh, atau saling mengkafirkan selama kita beriman pada akidah Islam sesuai dengan al-Kitab dan as-Sunah.

Allah memerintahkan kita agar menjadi orang-orang yang bersikap keras/tegas terhadap orang-orang kafir yang memusuhi kaum muslimin, tetapi berlemah lembut di antara kita. Kita dilarang bersikap sebaliknya; bersikap keras terhadap kaum Muslim dan berlemah lembut kepada kaum kafir.

Wahai kaum Muslim………..

Kita wajib selalu terikat dengan Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah saw. Kita harus berjalan dengan Islam dan berpegang teguh pada Islam. Kita harus sungguh-sungguh berusaha untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam di muka bumi ini dengan menegakkan kembali negara Khilafah ar-Rasyidah yang bersandar pada metode kenabian. Dengan Khilafah ar-Rasyidahlah, Islam dan kaum Muslim akan mulia dan kekufuran serta orang-orang kafir akan terhina.

Oleh karena itu, kita harus saling berjanji untuk meninggikan kalimat Islam, meninggikan kalimat al-Haq bersama-sama. Sebaliknya, kita harus menghinakan kalimat dan pemikiran kufur serta para pengikutnya.

Siapa saja yang menghendaki kemuliaan, kemuliaan itu seluruhnya kepunyaan Allah.”
 (QS. Fâthir [35] : 10)

KOBARKAN SEMANGAT MUJAHID MUDA
Majulah wahai Mujahid Muda dalam satu cita tegakkan keadilan,
singkirkan batas satukan kata,
 kebangkitan islam telah datang
Sambutlah seruan ini…!
Raihlah kemenangan sejati…!

Islam cinta keadilan
Tak takut akan rintangan
Tegakkan keadilan, tinggikan kebenaran
Hanya ridho Allahlah yang jadi tujuan

Berjuang dengan harta dan jiwa
Untuk tegakkan islam nan jaya
Tak pernah merasa rugi menapaki jalan ini
Surga Allah tlah menanti

Turutlah barisan kami
Bersama membangun negeri
Sambut seruan ini
Raihlah kemenangan sejati

Wahai Mujahid muda majulah kedepan
Sibakkan penghalang satukan tujuan
Kibarkan panji islam dalam satu barisan
Bersama berjuang kita junjung keadilan

Jangan bimbang ragu tetaplah melaju
Hapus bayang semu di lubuk hatimu
Bergeraklah ke depan bagai gelombang samudra
Lantahkan tirani runtuhkan angkara murka

Majulah wahai Mujahid Muda
Dalam satu cita tegakkan keadilan
Singkirkan batas satukan kata
Kebangkitan islam telah datang
……..

^^  Syukron Katsiron
Wassalamualaikum….
NAMA :  FITRI HANDAYANI LINGGA
   NIM   :  121000187
    KELAS :  B